Peduli Bumi, Murid XII D SMAN 1 Pajangan Angkat Isu Karhutla dan Emisi Kendaraan Lewat Teks Eksposisi
Dokumentasi Pembelajaran Menulis Teks Eksposisi di Kelas XII D
PAJANGAN, Kamis, 17 September 2026 — Murid kelas XII D SMAN 1 Pajangan mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia bertema lingkungan yang berlangsung di ruang kelas XII D, SMAN 1 Pajangan, pada Kamis, 17 September 2026 pukul 08.50 - 10.10 WIB. Kegiatan ini dibimbing oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gilang Dwi Cahyo, dengan sasaran seluruh murid kelas XII D. Pembelajaran ini sejalan dengan sejumlah Sustainable Development Goals (SDGs), di antaranya SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan.
Pembelajaran ini memiliki tujuan yakni, murid diminta menyusun teks eksposisi dengan mengangkat berbagai persoalan lingkungan sesuai pilihan masing-masing. Prosesnya diawali dengan pemaparan materi struktur teks eksposisi, dilanjutkan dengan pengumpulan data dan penyusunan argumentasi berdasarkan fakta, sebelum akhirnya dituangkan dalam tulisan utuh disertai pendapat pribadi murid. Salah satu murid, Aurel, menulis teks eksposisi berjudul "Kebakaran Hutan dan Lahan" yang mengangkat persoalan lingkungan karhutla. Menurut Aurel, kebakaran hutan dapat menyebabkan dampak negatif bagi lingkungan, manusia, flora, dan fauna. Topik ini berkaitan erat dengan SDG 15, mengingat kebakaran hutan dan lahan mengancam ekosistem daratan dan keanekaragaman hayati. Murid lain, Rakha, menulis teks eksposisi berjudul "Dampak Emisi Kendaraan Bermotor" yang menyoroti emisi kendaraan bermotor.
"Emisi kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebab pencemaran udara yang perlu diperhatikan. Kendaraan bermotor menghasilkan asap yang mengandung berbagai zat pencemar. Zat tersebut dapat menurunkan kualitas udara di lingkungan sekitar." ujar Rakha. Topik ini relevan dengan SDG 13, karena emisi kendaraan bermotor menjadi salah satu penyumbang perubahan iklim.
Melalui pembelajaran ini, murid tidak hanya berlatih menyusun teks eksposisi secara sistematis, tetapi juga belajar mengemukakan sikap dan pendapat terhadap persoalan lingkungan yang mereka pilih sendiri. Hasilnya, murid menjadi lebih peka terhadap isu-isu lingkungan di sekitar mereka, mulai dari kebakaran hutan dan lahan hingga pencemaran udara akibat kendaraan bermotor. Kegiatan ini turut berkontribusi menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini kepada murid, sejalan dengan semangat SDGs untuk mendorong keberlanjutan lingkungan.
Ke depan, pembelajaran menulis teks eksposisi bertema lingkungan ini diharapkan dapat terus dikembangkan agar murid semakin terbiasa mengaitkan keterampilan berbahasa dengan isu-isu keberlanjutan, sekaligus melatih kepekaan mereka terhadap persoalan di lingkungan sekitar.
Author: Gilang Dwi Cahyo

0 comments:
Posting Komentar