Pagelaran Wayang Kulit

Pagelaran Wayang Kulit

Peserta Paskibraka Kabupaten Bantul

Peserta Paskibraka Kabupaten Bantul

STUPA JAYA

STUPA JAYA

Perpustakaan PUNTODEWO

Perpustakaan PUNTODEWO

Suasana Belajar yang nyaman

Suasana Belajar yang nyaman

ANGKRINGAN BACA SMAN 1 PAJANGAN

ANGKRINGAN BACA SMAN 1 PAJANGAN

POJOK BACA SMAN 1 PAJANGAN

POJOK BACA SMAN 1 PAJANGAN

Gazebo Baca

Gazebo Baca

Sekolah Berbasis Budaya

Sekolah Berbasis Budaya

Pentas Seni

Pentas Seni

SMAN 1 PAJANGAN

SMAN 1 PAJANGAN

UPACARA HARI SENIN SMAN 1 PAJANGAN

UPACARA HARI SENIN SMAN 1 PAJANGAN

Latest Posts

Kamis, 08 Oktober 2026

KOTAK SARAN DAN LAYANAN ADUAN SMAN 1 PAJANGAN

SMA 1 Pajangan Bantul Yogyakarta

    Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, mewujudkan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman, serta membangun komunikasi yang terbuka dan transparan, SMAN 1 Pajangan menyediakan Kotak Saran dan Layanan Aduan sebagai sarana bagi seluruh warga sekolah dan masyarakat untuk menyampaikan saran, masukan, kritik yang membangun, maupun pengaduan terkait penyelenggaraan layanan pendidikan di sekolah.

    Melalui layanan ini, kami mengajak murid, orang tua/wali murid, guru, tenaga kependidikan, serta masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam memberikan masukan demi peningkatan mutu pelayanan dan kemajuan SMAN 1 Pajangan.

    Setiap saran dan pengaduan yang disampaikan akan menjadi bahan evaluasi untuk perbaikan layanan secara berkelanjutan. Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap masukan sesuai dengan kewenangan dan ketentuan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan etika komunikasi serta kerahasiaan identitas pelapor apabila diperlukan.

Sampaikan aspirasi Anda melalui Qrcode atau tautan berikut:



https://bit.ly/KotakSaranStupa

Mari bersama-sama mewujudkan SMAN 1 Pajangan yang semakin berkualitas, transparan, responsif, dan berorientasi pada pelayanan prima.

SMAN 1 Pajangan — Suara Anda, Perbaikan Kami.

Rabu, 23 September 2026

SMA Negeri 1 Pajangan Bangun Budaya Sekolah Sehat melalui Kegiatan Rutin Mingguan

SMA 1 Pajangan Bantul Yogyakarta

 SMA Negeri 1 Pajangan Bangun Budaya Sekolah Sehat melalui Kegiatan Rutin Mingguan




Bantul – SMA Negeri 1 Pajangan terus membangun budaya hidup sehat melalui kegiatan rutin yang melibatkan warga sekolah. Upaya tersebut dilakukan melalui aktivitas fisik sekaligus kegiatan menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan sekolah sehat dilaksanakan secara bergantian setiap pekan, yaitu senam sehat pada pekan pertama, jalan sehat pada pekan kedua, dan kerja bakti pada pekan ketiga. Setelah itu, rangkaian kegiatan kembali dimulai dari senam sehat.

Pada pekan pertama, warga sekolah mengikuti kegiatan senam sehat. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk aktivitas fisik yang dilakukan secara bersama-sama. Selain membantu menjaga kebugaran tubuh, senam sehat juga menjadi sarana untuk membiasakan siswa tetap aktif di tengah kegiatan pembelajaran di sekolah.

Pada pekan kedua, kegiatan dilanjutkan dengan jalan sehat. Siswa dan warga sekolah melakukan aktivitas fisik bersama di lingkungan sekitar sekolah. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada warga sekolah untuk tetap aktif bergerak sekaligus menciptakan suasana kebersamaan di luar kegiatan pembelajaran.

Selanjutnya, pada pekan ketiga dilaksanakan kerja bakti atau kegiatan bersih-bersih lingkungan sekolah. Siswa bersama warga sekolah terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembiasaan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar.

Rangkaian kegiatan yang dilakukan secara bergantian setiap pekan menunjukkan bahwa budaya sekolah sehat dibangun melalui pembiasaan yang dilakukan secara rutin. Kegiatan tidak hanya berfokus pada kesehatan fisik melalui senam dan jalan sehat, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap kebersihan lingkungan melalui kerja bakti.

Kegiatan tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Melalui aktivitas fisik dan pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan, SMA Negeri 1 Pajangan berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung kesehatan dan kenyamanan warga sekolah.

Budaya sekolah sehat diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan ketika mengikuti kegiatan sekolah. Kebiasaan untuk aktif bergerak dan menjaga kebersihan lingkungan juga diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Author: Alifia Pinkan Ratniery

Dari Langkah Sehat, Lahir Aksi Nyata: Warga SMA Negeri 1 Pajangan Bersihkan Sendang Ngembel

SMA 1 Pajangan Bantul Yogyakarta

 Dari Langkah Sehat, Lahir Aksi Nyata: Warga SMA Negeri 1 Pajangan Bersihkan Sendang Ngembel

Warga SMA Negeri 1 Pajangan mengikuti jalan sehat menuju Sendang Ngembel, Pajangan, pada Rabu (16/9/2026).

Pajangan, 16 September 2026 Rabu pagi menjadi sedikit berbeda bagi warga SMA Negeri 1 Pajangan. Sebanyak 531 peserta yang terdiri atas siswa kelas X, XI, XII, guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bersama-sama mengikuti kegiatan jalan sehat sekaligus aksi kebersihan lingkungan. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB tersebut membawa seluruh peserta berjalan kaki dari sekolah menuju Sendang Ngembel, Pajangan. Tidak hanya sekadar berolahraga, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi warga sekolah untuk turun langsung melihat dan merawat lingkungan yang berada di sekitar masyarakat.

Kegiatan diawali dengan apel pagi di SMA Negeri 1 Pajangan. Setelah itu, seluruh peserta mulai berjalan kaki menuju Sendang Ngembel dengan jarak sekitar 4–5 kilometer. Perjalanan dilakukan secara bersama-sama sehingga suasana terasa lebih ramai dan penuh kebersamaan. Sesampainya di lokasi, peserta tidak langsung beristirahat, tetapi melanjutkan kegiatan dengan membersihkan lingkungan sekitar sendang. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari warga sekitar, Sendang Ngembel sebelumnya pernah digunakan sebagai tempat wisata. Namun, saat ini lokasi tersebut sudah tidak lagi digunakan seperti sebelumnya. Beberapa fasilitas yang ada juga sudah tidak dapat digunakan, sementara aliran air di sendang masih tetap berjalan.

Kondisi lingkungan Sendang Ngembel sebelum dibersihkan terlihat kurang nyaman. Beberapa bagian area dipenuhi daun-daun yang berserakan, sedangkan sampah plastik juga terlihat di sekitar aliran dan tepian sendang. Melihat kondisi tersebut, peserta kemudian bersama-sama membersihkan bagian-bagian yang masih memungkinkan untuk dirapikan. Kegiatan difokuskan pada pengumpulan daun, sampah plastik, dan kotoran yang berada di sekitar tepian sendang. Peserta tidak melakukan perbaikan fasilitas karena kegiatan kali ini memang difokuskan pada kebersihan lingkungan. Setelah dibersihkan, kondisi area sekitar sendang terlihat lebih bersih dan tertata dibandingkan sebelumnya.


Peserta bersama-sama membersihkan daun dan sampah di sekitar tepian Sendang Ngembel.

Bagi siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berbeda dari kegiatan pembelajaran yang biasanya dilakukan di dalam kelas. Mereka tidak hanya mendapatkan manfaat dari aktivitas berjalan kaki, tetapi juga belajar secara langsung mengenai pentingnya menjaga lingkungan. Hal sederhana seperti mengambil sampah, mengumpulkan daun yang berserakan, dan merapikan lingkungan dilakukan secara bersama-sama. Dari kegiatan tersebut, nilai gotong royong dan tanggung jawab terhadap lingkungan dapat dirasakan secara langsung. Siswa juga dapat melihat bahwa kondisi lingkungan yang nyaman tidak terbentuk dengan sendirinya, tetapi membutuhkan kepedulian dan keterlibatan dari orang-orang yang berada di dalamnya.

Kegiatan kebersihan juga memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar Sendang Ngembel. Area yang sebelumnya terlihat kurang tertata menjadi lebih bersih setelah dibersihkan bersama-sama. Meskipun kegiatan yang dilakukan tidak sampai pada tahap memperbaiki fasilitas yang sudah rusak, langkah sederhana tersebut tetap memberikan perubahan pada kondisi lingkungan. Ruang yang lebih bersih dan tertata tentu membuat lingkungan terasa lebih nyaman untuk dilihat dan berada di sekitarnya.

Lingkungan sekitar Sendang Ngembel terlihat lebih bersih dan tertata setelah kegiatan kebersihan dilakukan.

Setelah kegiatan kebersihan selesai, seluruh peserta kemudian mengikuti pembagian doorprize sebelum kembali menuju SMA Negeri 1 Pajangan. Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat jam tersebut tidak hanya meninggalkan rasa lelah setelah berjalan beberapa kilometer, tetapi juga pengalaman tentang bagaimana kegiatan sederhana dapat dilakukan bersama untuk memberikan manfaat bagi lingkungan.

Melalui kegiatan ini, warga SMA Negeri 1 Pajangan menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Berjalan kaki untuk menjaga kesehatan, kemudian meluangkan waktu untuk membersihkan lingkungan, menjadi satu rangkaian kegiatan yang memberikan manfaat bagi diri sendiri sekaligus lingkungan sekitar. Harapannya, kepedulian seperti ini tidak berhenti pada satu kegiatan saja, tetapi dapat terus dibawa dalam kebiasaan sehari-hari, baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat.

Warga SMA Negeri 1 Pajangan bersama mahasiswa PK UNY mengikuti rangkaian kegiatan jalan sehat dan kebersihan lingkungan di Sendang Ngembel.


Author: Arka Fadhila Putra Aji

Selasa, 22 September 2026

Tanamkan Karakter, Siswa SMA Negeri 1 Pajangan Asah Sopan Santun Lewat Simulasi Unggah-Ungguh Basa

SMA 1 Pajangan Bantul Yogyakarta

 Tanamkan Karakter, Siswa SMA Negeri 1 Pajangan Asah Sopan Santun Lewat Simulasi Unggah-Ungguh Basa


 Siswa memperagakan unggah-ungguh beserta tata krama dikehidupan sehari-hari

Bantul, 15 September 2026 — Pembelajaran Bahasa Jawa di SMA Negeri 1 Pajangan tidak hanya dilakukan dengan menjelaskan materi di dalam kelas. Pada materi unggah-ungguh, siswa kelas X A diajak untuk melihat bagaimana penggunaan bahasa Jawa yang tepat dalam berbagai situasi yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 15 September 2026 dan diikuti oleh 34 siswa kelas X A. Pembelajaran menjadi bagian dari kegiatan Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMA Negeri 1 Pajangan pada 21 Juli hingga 23 September 2026.

Pembelajaran diawali dengan pemutaran film pendek tentang penerapan unggah-ungguh sebagai pemantik. Selanjutnya, guru menjelaskan contoh situasi dekat dengan siswa, seperti bertamu, menerima tamu, makan, memberi makanan, melewati orang lain, menghubungi guru via WhatsApp, serta etika duduk dan berjalan. Selanjutnya, siswa mempraktikkan langsung melalui simulasi bertamu dan menerima tamu di depan kelas. Dalam simulasi tersebut, siswa mempraktikkan sikap dan penggunaan bahasa yang sesuai dengan lawan bicara.

 ”Lebih mudah dipahami karena langsung dipraktikkan. Jadi kita bisa tahu kalau dalam kegiatan kecil yang ada di kehidupan juga ada tata kramanya” ujar salah satu siswa kelas X A. 

Menurut mahasiswa praktikan Bahasa Jawa UNY, pembelajaran seperti ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk tidak hanya memahami unggah-ungguh sebagai materi pelajaran. Siswa juga dapat melihat contoh penggunaannya secara langsung sehingga lebih mudah menghubungkannya dengan kehidupan mereka. Pembelajaran tersebut diharapkan dapat membuat siswa lebih terbiasa menerapkan unggah-ungguh basa dalam kehidupan sehari-hari, baik ketika berkomunikasi dengan guru, orang yang lebih tua, maupun dengan orang lain di lingkungan sekitar.

Mahasiswa PK UNY menjelaskan materi penerapan unggah-ungguh dikehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 4, yaitu Pendidikan Berkualitas. Secara khusus, pembelajaran yang mengenalkan sekaligus mempraktikkan budaya Jawa dapat dikaitkan dengan Target 4.7, yang mencakup pendidikan untuk penghargaan terhadap budaya dan keberagaman budaya. Melalui pembelajaran Bahasa Jawa, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai bahasa, tetapi juga belajar mengenai tata krama dan nilai budaya yang masih digunakan dalam kehidupan masyarakat. Dengan cara tersebut, pembelajaran di sekolah dapat menjadi salah satu ruang bagi siswa untuk mengenal dan menerapkan budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor : Tri Anggoro Wahyu Nugroho (23020230020)

Praktik Kependidikan Mahasiswa UNY di SMA N 1 Pajangan Dukung Pencapaian SDGs 4

SMA 1 Pajangan Bantul Yogyakarta

 Praktik Kependidikan Mahasiswa UNY di SMA N 1 Pajangan Dukung Pencapaian SDGs 4


BANTUL — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Vidya Rahma Amalia, melaksanakan Praktik Kependidikan (PK) di SMA 1 Pajangan pada 21 Juli – 25 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Vidya selaku mahasiswa yang melaksanakan Praktik Kependidikan melaksanakan pembelajaran pada program pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan. Salah satu kegiatan yang dilakukan secara rutin melaksanakan kegiatan Tadarus dan Literasi Sekolah setiap pagi sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Kegiatan ini dilaksanakan pukul 07.00–07.30 WIB dan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan di lingkungan sekolah. Program ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Literasi Sekolah (GLS) yang bertujuan menumbuhkan minat baca dan membudayakan literasi sejak dini di kalangan peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, peserta didik diarahkan untuk Tadarus lalu dilanjutkan dengan membaca buku non-pelajaran selama 30 menit di ruang kelas masing-masing sebelum jam pertama dimulai. Bahan bacaan yang digunakan bervariasi, mulai dari buku fiksi, non-fiksi, hingga bahan bacaan ringan lain yang sesuai dengan minat peserta didik. Setelah kegiatan membaca, sebagian peserta didik juga diminta untuk menuliskan ringkasan singkat atau kesan terhadap bacaan pada jurnal literasi sebagai bentuk refleksi dan penguatan pemahaman. Kegiatan literasi pagi ini dirancang untuk membangun kebiasaan membaca, melatih konsentrasi, serta mempersiapkan peserta didik secara mental sebelum mengikuti proses pembelajaran di kelas. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk memperkaya wawasan peserta didik di luar materi kurikulum, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap buku dan kegiatan membaca secara berkelanjutan.



Pelaksanaan kegiatan Literasi Sekolah ini turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya Target 4.6 yang mendorong agar seluruh peserta didik mampu membaca, menulis, dan berhitung dengan baik. Penguatan budaya literasi sejak jenjang menengah menjadi salah satu langkah strategis dalam membekali peserta didik dengan kemampuan literasi dasar yang menjadi fondasi bagi keberhasilan belajar pada jenjang berikutnya maupun dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembiasaan literasi yang dilaksanakan secara konsisten setiap hari, SMA Negeri 1 Pajangan berupaya menghadirkan lingkungan belajar yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada penguatan karakter dan minat baca peserta didik sebagai bekal menghadapi tantangan di masa depan. Kegiatan ini sekaligus memberikan pengalaman bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi UNY dalam mengembangkan kompetensi sebagai calon pendidik dan berkontribusi terhadap penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.


Author: Vidya Rahma Amalia

Membiasakan Hidup Sehat Melalui Senam Anak Indonesia Sehat di SMA N 1 Pajangan

SMA 1 Pajangan Bantul Yogyakarta


Membiasakan Hidup Sehat Melalui Senam Anak Indonesia Sehat di SMA N 1 Pajangan




Bantul — Kegiatan Senam Anak Indonesia Sehat kembali digelar di halaman SMA Negeri 1 Pajangan pada Jumat, 24 Juli 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Senam ini merupakan agenda rutin sekolah yang dilaksanakan pada salah satu hari Jumat di setiap bulannya dan diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik kelas X hingga XII, guru, hingga karyawan. Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) turut ambil bagian sebagai peserta sekaligus pendamping di barisan siswa. Kegiatan sederhana ini sejalan dengan SDGs poin ketiga, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta poin keempat, Pendidikan Berkualitas, karena menempatkan kebugaran jasmani sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar di sekolah.

Tujuan utama kegiatan ini adalah membiasakan peserta didik bergerak aktif di tengah padatnya jadwal pelajaran, sekaligus membangun kebersamaan antarwarga sekolah. Pelaksanaannya dipimpin oleh guru Pendidikan Jasmani bersama beberapa siswa yang bertugas sebagai instruktur di bagian depan barisan. Seluruh peserta berbaris memenuhi lapangan sekolah dengan mengenakan seragam olahraga masing-masing, lalu mengikuti gerakan Senam Anak Indonesia Sehat mulai dari pemanasan, gerakan inti, hingga pendinginan selama kurang lebih tiga puluh menit. Kegiatan ini terasa sangat meyenangkan, beberapa siswa tertawa karena gerakannya tidak kompak, sementara guru dan karyawan ikut bergerak di barisan depan dan belakang. Setelah senam selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman singkat dari pihak sekolah sebelum peserta didik kembali ke kelas masing-masing.

Kegiatan ini memberi dampak yang cukup terasa bagi warga sekolah. Bagi peserta didik, senam rutin membantu menjaga kebugaran tubuh, melepaskan ketegangan setelah beberapa hari belajar, dan membuat mereka lebih siap mengikuti pelajaran berikutnya. Bagi guru dan karyawan, kegiatan ini menjadi ruang untuk berinteraksi dengan siswa di luar suasana formal kelas. Sekolah pun memperoleh manfaat berupa terbangunnya budaya hidup sehat yang konsisten, bukan sekadar kegiatan seremonial. Kontribusinya terhadap SDGs terlihat nyata, pembiasaan aktivitas fisik sejak usia sekolah merupakan langkah pencegahan penyakit tidak menular di kemudian hari (SDGs 3), sementara lingkungan sekolah yang sehat dan menyenangkan menjadi fondasi penting bagi tercapainya pendidikan yang berkualitas (SDGs 4).

Ke depan, diharapkan kegiatan Senam Anak Indonesia Sehat dapat terus dipertahankan sebagai agenda bulanan SMA Negeri 1 Pajangan, bahkan dikembangkan dengan variasi kegiatan lain seperti jalan sehat atau pemeriksaan kesehatan sederhana bekerja sama dengan puskesmas setempat. Bagi mahasiswa PK, keterlibatan dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga untuk memahami bahwa peran seorang pendidik tidak berhenti di ruang kelas, melainkan juga hadir dalam pembiasaan-pembiasaan kecil yang membentuk karakter dan kebiasaan sehat peserta didik.


Author: Khairunnisa Nur Arifah

Senin, 21 September 2026

Budaya 5S sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Belajar yang Positif

SMA 1 Pajangan Bantul Yogyakarta

Budaya 5S sebagai Upaya Mewujudkan Lingkungan Belajar yang Positif


Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta bersama guru SMA Negeri 1 Pajangan melaksanakan kegiatan pembiasaan budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) setiap pagi di lobi sekolah sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Kegiatan ini dilakukan dengan menyambut peserta didik yang datang ke sekolah sambil memberikan senyum, salam, dan sapaan sebagai bentuk penerapan budaya positif di lingkungan sekolah. Selain menjadi bagian dari kegiatan piket pagi, pembiasaan 5S bertujuan agar peserta didik merasa lebih nyaman, dihargai, dan semangat saat memulai aktivitas belajar setiap harinya.

Sejak pagi, guru dan mahasiswa PK sudah bersiap di area lobi untuk menyambut kedatangan peserta didik. Meskipun terlihat sederhana, kebiasaan ini mampu menciptakan suasana yang lebih hangat antara guru, mahasiswa, dan peserta didik. Sapaan yang diberikan setiap pagi menjadi awal komunikasi yang baik sehingga peserta didik merasa lebih dekat dengan warga sekolah. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa PK untuk belajar membangun hubungan yang positif dengan peserta didik sekaligus memberikan contoh sikap sopan dan santun dalam kehidupan sehari-hari.

Selain mempererat interaksi, budaya 5S juga membantu menanamkan nilai-nilai karakter seperti rasa hormat, kepedulian, dan kebiasaan menyapa orang lain dengan baik. Pembiasaan yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat membentuk perilaku positif yang tidak hanya diterapkan di lingkungan sekolah, tetapi juga dalam kehidupan bermasyarakat. Kehadiran guru dan mahasiswa PK di pintu masuk sekolah juga menjadi bentuk perhatian terhadap peserta didik sejak mereka memasuki lingkungan sekolah.

Kegiatan pembiasaan 5S ini sejalan dengan tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan mendukung perkembangan peserta didik secara menyeluruh. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keterampilan sosial. Melalui kolaborasi antara guru dan mahasiswa PK dalam menjalankan budaya 5S, SMA Negeri 1 Pajangan menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya sekolah yang positif serta menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi seluruh warga sekolah.

Author: Aprilia Ayu Anggraeni

Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan, Siswa SMAN 1 Pajangan Olah Lahan Sekolah Jadi Sudut Bisnis dan Pangan

SMA 1 Pajangan Bantul Yogyakarta

 Wujudkan Pendidikan Berkelanjutan, Siswa SMAN 1 Pajangan Olah Lahan Sekolah Jadi Sudut Bisnis dan Pangan 





BANTUL — Sekolah tidak lagi sekedar menjadi tempat berlangsungnya transfer ilmu pengetahuan secara teoritis di dalam kelas, melainkan ruang nyata untuk membekali peserta didik dengan kecakapan hidup dan kepedulian ekologis. Hal tersebut dibuktikan oleh SMA Negeri 1 Pajangan, Bantul, melalui pelaksanaan program kokurikuler bagi peserta didik kelas X. Melalui program budidaya tanaman sayur dan buah berbasis keberlanjutan, para siswa diajak untuk terlibat langsung dalam seluruh siklus pertanian skala sekolah, mulai dari penanaman hingga proses kewirausahaan.


Rangkaian kegiatan diawali dengan penyiapan lahan dan media tanam di area sekolah, di mana peserta didik diajarkan menanam berbagai jenis benih sayuran dan buah-buahan. Tidak berhenti di situ, setiap hari para siswa dijadwalkan secara bergiliran untuk menyiram dan merawat tanaman tersebut. Pengalaman merawat tanaman secara konsisten ini terbukti efektif dalam melatih kedisiplinan, rasa tanggung jawab, serta memberikan pemahaman langsung mengenai proses pertumbuhan makhluk hidup yang selama ini hanya dipelajari dalam buku teks.


Ketika masa panen tiba, hasil buah dan sayuran yang dirawat tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal warga sekolah, melainkan dipasarkan dan dijual langsung kepada masyarakat sekitar. Dalam tahap pemasaran ini, peserta didik belajar mengenal nilai ekonomis dari hasil kerja keras mereka mulai dari menghitung hasil panen, menentukan harga jual, hingga melatih kemampuan komunikasi saat berinteraksi dengan pembeli.


Inisiatif terintegrasi ini secara nyata mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada poin SDG 4: Pendidikan Berkualitas (Quality Education) dan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab (Responsible Consumption and Production). Keterkaitan dengan SDG 4 terwujud melalui hadirnya pembelajaran kontekstual berbasis praktik langsung (learning by doing) yang mengkombinasikan ilmu pengetahuan alam, kecakapan hidup (life skills), serta pembentukan karakter disiplin peserta didik di luar ruang kelas. Sementara itu, keterhubungan dengan SDG 12 terlihat dari bagaimana program ini mengajarkan peserta didik untuk menghargai seluruh rantai produksi pangan mulai dari penanaman benih hingga pemasaran hasil panen, sehingga menumbuhkan kesadaran akan pola konsumsi yang bijak dan meminimalisasi pemborosan pangan.


Melalui inovasi pembelajaran kokurikuler ini, SMAN 1 Pajangan berhasil membuktikan bahwa pendidikan berorientasi lingkungan dan kemandirian ekonomi dapat berjalan seiring. Siswa diharapkan tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga tumbuh menjadi generasi muda yang mandiri, berjiwa wirausaha, serta peduli terhadap keberlanjutan lingkungan di masa depan.

Author: Zahra Aurelia Putri N.